![]() |
| Pembaca Caping versi Histats. Lingkaran merah adalah lokasi pembaca |
Oleh: Mujab
Pembaca caping belum begitu banyak untuk ukuran sebuah media online. Perhari pengunjungnya masih bisa dihitung dengan jari, begitu pula jumlah halaman yang di bacanya. Ini merupakan PR Caping untuk bisa lebih bagus lagi ke depannya. PR itu adalah bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang ada, peralatan, fasilitas, koneksi, jaringan pertemanan dan sebagainya.
Caping yang secara formal mengudara sejak 1 Januari 2013 lalu maih jauh dari sempurnya. Jalannya masih secepat orang berjalan kaki bahkan kadang lebih lambat lagi, belum bisa berlari kencang apalagi terbang.
Hingga tulisan ini diturunkan Caping baru dibuka halamannya sebanyak 22854 penayangan. Ini tentu masih dibilang sedikit walaupun sebenarnya hal ini cukup membanggakan. Membanggakan karena media ini dibangun dan dikerjakan secara gotong royong, swadaya di tengah minimnya kemampuan Caping sendiri.
Jumlah tulisan yang masuk sebanyak 483 tulisan, cukup banyak untuk ukuran sebuah blog. Isinya beragam mulai dari berita, artikel, opini, sastra dan tulisan lainnya. Semua kontributor Caping masih sodaqoh tulisan alias menggratiskan tulisannya karena Caping belum mampu memberikan apresiasi tulisan dalam bentuk uang.
![]() |
| Halaman Caping yang di tayang versi Google |
Persebaran Pembaca Caping juga belum begitu merata. Mayoritas adalah adalah pembaca di Indonesia. Lebih khusus lagi Indonesia adalah beberapa kota Jawa. Caping sebenarnya tidak di desain untuk seperti itu, tetapi kecenderungan dibaca oleh pembaca di Jawa cukup tinggi.
Pembaca dari luar negeri juga ada beberapa, tidak terlalu banyak, karena memang Caping tampilannya masih memakai bahasa Indonesia. jadi belum familier untuk pembaca dengan bahasa ibu selain Bahasa Indoesia. Keinginan untuk membuat bilingual atau multilanguage ada, tetapi sumber daya yang ada belum memadai.
Caping yang domain nya masih men-sub milik domain induk yaitu lsdpqt.org, mencoba bertahan dan terus menerus berbenah. Perbaikan masih diperlukan di sana-sini. Begitupun mengenai konten dan materi masih memerlukan uluran banyak orang yang mau bersodaqoh tulisan. Ini tidak lepas dari Caping sebagai media gerakan.
Sebenarnya walaupun media gerakan, pengelola Caping memiliki rencana untuk mengelola secara profesional. Penulis diberikan penghormatan yang pantas, materi dan isi utamanya yang berkaitan dengan opini dipertegas pada pemberdayaan pemuda dari masyarakat tani khususnya dan pemuda lain pada umumnya. Selebihnya mengikuti alur media kritis progresif yang memiliki keberpihakan. Kontennya bisa bebas dan bermacam-macam. /jb


0 komentar :
Posting Komentar