masih hujan, tembakau belum bisa panen

Boyolali, Caping.  "Sudah tua-tua tapi belum bisa di panen, karena kalau dirajang kan tidak ada panas, selain itu hasil tembakaunya akan tidak baik", demikian mursidi mengatakan pada Caping mengenai kondisi tanaman tembakau yang ada di kawasan Selo, Boyolali kepada Caping. Kondisi ucasa yang tidak menentu rupanya menjadi kendala para petani untuk mengelola tanaman tembakau nya.

Padahal hamparan tembakau sudah nampak tua-tua dengan pucuk sudah di potong, tetapi bahkan daun paling bawah pun belum banyak yang dipanen. Ini berbeda dari kebiasaan dimana musim seperti ini tanaman tembakau sudah mulai di panen mulai dari daun paling bawah. Kemudian ke atas hingga akhirnya daun tembakau habis dipanen semuanya.

Lebih lanjut Mursidi mengatakan bahwa tanaman tembakau di kawasan ini mutunya bagus-bagus, tetapi karena cuaca tidak menentu hingga sekarang belum ada pedagang atau tengkulak yang keliling mencari dagangan. "Hingga kini belum ada pedagang yang mencari tembakau sehingga belum punya gambaran harga tembakau saat ini", katanya.

Tembakau kawasan Selo nampak bagus-bagus. Perumahan warga nyaris tenggelam oleh tanaman tembakau karena pohon tembakaunya tinggi-tinggi, lebih tinggi daripada genteng rumah bagian depan. Ini menunjukkan bahwa tanaman tembaaku tumbuh subur di daerah ini. Maka tak heran petani kawasan ini selalu menanam tembakau setiap tahunnya.

Tanaman tembakau ini adalah tanaman pengisi ketika musim kemarau dimana sayuran biasanya agak kesulitan tumbuh karena air berkurang. selain itu dari bertanam tembakau biasanya petani bisa memperolah uang dalam jumlah banyak sehingga petani biasanya memenuhi kebutuhan yang besar dari menanam tembakau. misalnya beli kendaraan, kuliah, buat rumah, merupakan hasil dari menanam tembakau.

Hal ini tentu berbeda dengan peruntukan dari hasil menanam sayuran. "Sayuran itu untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan tembakau untuk kebutuhan besar", kata Mursidi.



SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar