Di bagian lain Maksum, staff SPPQT bidang kerumah tanggan berpendapat bahwa audit bisa macet karena faktor komunikasi yang gagal dibangun oleh ketua dan unsur pimpinan SPPQT. "Ya itu kembali ke komunikasi sebenarnya, kemarin ternyata pak raymond mengatakan oo ternyata ini, ternyata ini, itu ternyata kurang komunikasi. Ndak bisa seorang diri untuk menentukan sesuatu, harus ada orang lain atau orang ketiga yang mungkin bisa membantu kita. " kata Maksum. Ternyata kemarin respon Pak Raymond cukup bagus, sebetulnya ndak ada masalah. Sebagaimana ketahui Pak Raymond adalah Anggota tim akuntabilitas SPPQT.
Terkait dengan audit 2012 Maksum melihat adanya alasan yang berbeda.:"Cuman untuk audit yang tahun 2012 ini saya pernah dengar-dengar sedikit ini kurang keserasian ini utamanya yang agritera itu, jadi kurang serasi antara keuangan kelembagaan dan keuangan agritera, seakan-akan lempar tanggung jawab gitu lho, agritera melakukan program namun pada waktu audit tidak mau, saya kiraw itu lebih bagus ya duduk bersama, apa yang menjadi masalah itu dibicarakan bersama.
ketika ditanya pendapatnya lebih lanjut mengenai molornya audit itu maksum menambahkan pandangannya bahwa ada persoalan mentalitas orang-orang yang terkait, khususnya soal lemahnya rasa tanggung jawab. "Ya kembali lagi orang itu karena ada uang banyak ya begitulah. Namun ketika diposisikan harus bertanggung jawab pada lupa semua, yang dilakukan kadang lupa. Jadi ya mungkin kurang tanggung jawab itu saja. jadi masalah audit saya kira itu kurang komunikasi lah antara pihak terkait. yaitu keuangan agritera dengan keuangan lembaga.
Namun Maksum juga melihat ada faktor pimpinan yang tidak bisa dilepaskan dari karut marutnya audit ini. "bisa juga melibatkan lainnya, termasuk pimpinan ikut campur, jangan pemimpin cuma ini... ini... ini, tetapi tidak turut campur ya kasihan keuangan." kata Maksum menandaskan pandangannya.
Pandangan lain muncul dari DPP, Rasih Mustaghis Hilmiy. "Audit kan kewajiban organisasi, tiap tahun kan harus dilakukan, dan itu tertuang dalam program yang disepakati, kalau sampai tidak ada audit dan sampai tidak pada gajian ya rasakan sendiri, lha wong DPP itu ndak di gaji ya slow saja." Katanya dengan santai kepada Caping.
Hilmiy menilai imbas dari keterlambatan audit itu ada pada terhentinya program-program organisasi. "Dan itu mau tidak mau imbasnya pada program. audit ndak jalan, program macet, kalaupun jalan paling juga sedikit, paling LSD. Tapi LSD juga seret gitu kok, kumpul jadi agak sulit. walau ada beberapa yg militan. benar ndak apakah seret itu hanya karena audit? jadi menurut saya karena audit tidak lancar ya jadi susah semua, program ndak jalan, pada ndak gajian." kata Hilmiy.
0 komentar :
Posting Komentar