Sepanjang akhir bulan April dan Mei lalu buletin Caping banyak diisi pemberitaan seputar aktivitas kesekretariatan LSDPQT dan SPPQT dalam Pilgub Jawa Tengah 2013. Dimulai dengan pembuatan, direalisasikannya kontrak politik kepada pasangan calon gubernur, sosialisasi calon dan berakhir dengan rencana tindak lanjut pasca kemenangan pasangan terpilih.
Bagi LSDPQT, upaya terjun ke politik praktis ini tentu menjadi negasi atas apa yang tertuang dalam AD/ART organisasi terutama soal netralitas politik lembaga. Dari apa yang menjadi prinsip dalam AD/ART upaya membatasi politik organisasi tersebut dapat kita tangkap lebih sebagai upaya preventif agar opportunisme dan komoditisasi suara petani tidak menyusup dalam sebuah organisasi yang mengupayakan pembaharuan agraria sejati.
Pun begitu, dalam konteks demokrasi elektoral yang berkembang di lapangan kemarin (situasi obyektif), keterlibatan dalam politik demi merebut suara massa LSD dalam Pilgub kemarin sepertinya tidaklah terlalu salah, sebab tanpa sikap atau tidak seorang calon gubernur tetap saja akan terpilih. Jadi, meskipun sedikit beresiko politik tinggi, keputusan terakhir melakukan kontrak politik kepada salah satu pasangan calon lebih sebagai komitmen organisasi untuk memperjuangkan kepentingan petani melalui strategi parlementarisme dengan mendukung calon populis -Gagah.
Momentum kunjungan Ganjar Pranowo jauh-jauh hari sebelm pencalonan ke SPPQT dan kontrak politik yang terjalin di hari-hari terakhir menjelang pencoblosan lebih seperti sebuah narasi politik yang mulus menjadi kenyataan. Namun, arti kunjungan dan dukungan ini secara total, sedikit banyak menjadi stimulus negatif pada dukungan all out organisasi sehingga independensinya 'sedikit' tertarik dari apa yang diatur dalam ketentuan AD/ART. Jadi, kontrak politik dan harapan pemakluman kepada anggota dapat ditafsirkan, lebih sebagai upaya peng'iya'an mayoritas atas keputusan yang masih sumir keabsahannya.
Baiklah, dari apa yang telah terjadi sampai dengan akhir kontestasi Pilgub Jateng 2013, kini calon gubernur populis yang memiliki ikatan kontrak telah berdiri di samping organisasi ini untuk merealisasikan kontrak politik. Dari sini pasca Pilgub bagi kita berarti satu kerja tambahanwajib diupayakan -yakni soal mengejawantahkan program terbaik dari LSDPQT (terutama Jama'ah Produksi) kepada calon gubernur terpilih. Harapannya, strategi parlementarisme yang ditempuh LSDPQT dengan melibatkan diri dalam politik elektoral sekelas Pilgub ini betul-betul dapat memproduksi solusi kemandegan di internal LSDPQT & LSD yang tengah menderita demoralisasi akibat krisis ekonomi dan kaderisasi yang mengancam subsistensi anggota di masing-masing LSD.()
0 komentar :
Posting Komentar