Selaku bagian dari Konsorsium Pembaruan Agraria, SPPQT mendapatkan undangan Musyawarah Wilayah KPA Jawa Tengah. muswil ini diselenggarakan di pada 6-7 Juni 2013 bertempat di Rumah Bapak Sudarmaji. Agenda ini menarik karena yang datang adalah seluruh elemen KPA Jateng. Dari SPPQT sendiri yang mewakili adalah Mujab, ketua bidang pemuda dan Hilmiy, Anggota DPP SPPQT. Agenda ini berlangsung lancar hingga seluruh agenda selesai dilaksanakan.
Rumah Pak Sudarmaji sendiri terletak di Desa Trisobo Kecamatan Boja Kab.Kendal, Jawa Tengah. Hadir dalam Muswil ini ada Purwanto selaku koordinator KPAJawa Tengah, Agus dari KPA pusat mewakili saudara Iwan yang berhalangan hadir, serta Lukito, Anggota Dewan Nasional KPA.
Dalam Kesempatan yang sama Lukito, Anggota dewan Nasional mengatakanbahwa perlu adanya evaluasi internal KPA Jateng. "Kita perlu mengevaluasi diri, bagaimana kita bisa melakukan pembenahan atau koreksi dalam perjuangan petani saat ini, itu menjadi kebutuhan yang mendesak, terutama gerakan pembetulan pemikiran, karena refleksi saya, gerakan perjuangan kita gerakannya cukup berat." kata Lukito.
Masih menurut Lukito soal strategi perjuangan petani juga harus di evaluasi. Bukan hanya perjuangan fisik, tetapi perjuangan secara pemikiran dan kekuatan gagasan perlu dikemukakan demi tercapainya perjuangan petani. "Konteks perjuangan tani bukan hanya kekuatan fisik, kekuatan massa, tetapi juga pemikiran yang lebih baik dan maju, karena lawan-kawan yang kita hadapi bukan hanya maju dalam kekuatan uang, juga dalam berfikir". Katanya.
Muswil ini juga ada penyampaian LPJ dari Koordinator wilayah Jawa Tengah Purwanto. Dalam Laporan pertanggung jawabannya Purwanto mengatakan bahwa beberapa gerakan KPA jawa tengah belum maksimal. "Secara organisasi kita belum bisa mendorong serikat petani untuk menggerakan roda organisasi,
terlebih anggota kpa yang berunsur beberapa ngo yang bisa menjadi teman berjejaring mengegolkan gerakan kita tetapi tidak maksimal." Kata Purwanto.
Dalam bagian lain sistematika pelaksanaan program yang dirasa masih kurang juga menjadi kendala perjuangan. Hal ini perlu diperbaiki ke depannya. "Beberapa kerja gerakan kita membentuk Gertak jateng, melibatkan teman-teman SPI, untuk meningkatkan posisi kita di jateng. Secara local sudah mampu untuk itu, tetapi kelemahan kita tidak bisa mensistematiskan gerakan kita menjadi rigit. Konsolidasi kita sudah lakukan, kita melakukan pelatihan huma dan lbh smg di bandungan, tetapi habis itu tidak kita breakdown menjadi gerakan yang tersistematis lagi, upaya-upaya konsolidasi dan pertemuan baik internal kpa dan menjaring teman lainnya, sudah ada keseimbangan bersama, kita perlu menyamakan persepsi kita untuk menyamakan reforma agraria", kata Purwanto.
Selain itu Lukito memaparkan adanya tiga hal mendesak yang dibutuhkan KPA Jateng agar perjuangan bisa berlanjut dengan baik, yaitu kebutuhan adanya sekretariat, lembaga ekonomi dan kaderisasi. Lukito mengatakan bahwa ke depannya, soal secretariat, mau tidak mau butuh di tingkat provinsi. "Untuk kerja-kerja dan basis kita, tetapi saat ini kondisinya belum memungkinkan, untuk sementara sebelum kita dapat tempat sendiri, kita bisa numpak di rumahnya Asep Mufti dulu orang LBH Semarang." katanya.
Soal Perjuangan Ekonomi Lukito memandang penting dan katanya Setnas akan support untuk itu. "Karena perjuangan ekonomi dan perjuangan politik. Ke duanya harus bisa jalan bersama, dan harus bisa terkelola dengan baik. Dan setnas akan berusaha mensupport." Kata Lukito
Soal mendesak lain terkati kaderisasi. "Ketiga yang mendesak adalah kaderisasi, kemaren sudah ngobrol dengan iwan kita akan lakukan secepatnya juga, akan kita lakukan kaderisasi itu nanti akan diskusikan juga dengan organisasi tingkat provinsi, sebenarnya sudah nyambung tinggal kerjanya. Harapannya tidak hanya diskusi dan pandangan tetapi sampai tindakan." Kata Lukito.
0 komentar :
Posting Komentar