Bobroknya Negara Indonesia



Banyak kejadian yang telah terjadi di negara kita tercinta Indonesia. Negara kita saat ini sedang dalam keadaan yang bisa dibilang hampir hancur karna ulah kita sendiri. Di mana – mana hampir di setiap daerah sering terjadi bentrok dan korban selalu berjatuhan. Saat ini kedamaian sudah tidak bisa dirasakan lagi di Indonesia karna adanya permusuhan. Apakah Indonesia akan benar – benar hancur di tangan kita sendiri? Di manakah rasa kasih sayang dan kepedulian kita terhadap sesama?.

Kalau sudah begini seharusnya yang paling bertanggung jawab adalah seorang pemimpin dan bukan yang lain. kemanakah gerangan pemimpin kita yang selama ini digembor – gemborkan dan menjadi kebanggaan. Sepertinya, menyatukan hati antar sesama sangatlah sulit karna semuanya hanya ingin mempertahankan ego mereka. Menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah apalagi memimpin seluruh rakyat Indonesia. Jika di lihat, sekarang cara kerja pemimpin kita kurang memuaskan rakyat dan tidak tegas dalam memutuskan sesuatu hal apa pun. Terkadang seseorang kalau sudah terbuai oleh harta dan kekuasaan ia lupa daratan, lupa diri, bahkan dengan Sang Pemberi yaitu Allah S.W.T, itulah yang terjadi di Indonesia saat ini. Yang seharusnya tugas pemimpin memperhatikan rakyat – rakyatnya ini kok malah sibuk dengan kepentingannya sendiri. Keadilan di negara kita juga sudah tidak terlihat lagi seperti sengaja dihilangkan oleh para penguasa.

Rakyat Indonesia sekarang sudah dibuat susah dan menderita oleh pemerintah. Semuanya sudah terjadi tidak bisa diulang kembali menjadi lebih baik kecuali, kita kembali ke agama yang mengajarkan tentang kebenaran yang hakiki. Apabila agama menjadi pegangan hidup, insya Allah ketenangan dan kedamaian akan kita rasakan dalam kehidupan ini. Agama adalah pondasi hidup manusia. Di zaman sekarang mencari pemimpin yang peduli, adil, dan bijaksana seperti nabi Muhammad saw, Abu bakar, dan Umar bin Khattab sangatlah sulit. yang kita lihat sekarang akhlak pemimpin tidak bisa dijadikan contoh untuk rakyatnya. Para pemimpin kita juga sudah menjual sumpah, ketika mereka akan dilantik menjadi pemimpin.Mereka tidak hanya menjual sumpah tapi juga mengumbar janji – janji palsu kepada rakyat. Sebagai para pemimpin apa mereka tidak takut dengan adzab yang akan diterima kelak di Hari Pembalasan.

Ketika kehidupan ini masih ada di depan mata manusia dan segala sesuatu yang diperbuat entah itu baik atau buruk, kita sebagai manusia tidak pernah menyadarinya. Banyak kenikmatan-kenikmatan yang tidak terhitung yang kita terima. Itu pun kadang kita sebagai hamba-Nya masih tidak bersyukur dan ingin minta lebih dan merasa tidak puas apa yang sudah ada di depan mata kita. Oleh sebab itu ketika kita masih diberi nafas kehidupan, janganlah terlalu bersuka cita dengan kehidupan di dunia, padahal jika kehidupan dunia dibandingkan dengan kehidupan akhirat hanyalah kesenangan yang sementara.

Apabila kita mau kembali berpikir dan yakin bahwa agama dapat menyelamatkan kita maka Insya Allah, kejayaan hidup di dunia dan akhirat akan ada dihadapan kita. Mudah-mudahan kelak jika Allah menghendaki dan mengizinkan di negara kita Indonesia akan ada pemimpin pilihan yang lebih mengutamakan keadilan dan memiliki akhlak yang mulia daripada harta duniawi.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar