Developmental Delay atau keterlambatan perkembangan merupakan terhambatnya kemampuan tumbuh kembang anak dalam melewati pertumbuhan yang optimal. Beberapa macam developmental delay diantaranya adalah sebagai berikut:
Speech or Language Delay
(Keterlambatan berbicara atau penguasaan bahasa)
Cirinya :
Speech or Language Delay
(Keterlambatan berbicara atau penguasaan bahasa)
Cirinya :
- 3 tahun. Tidak dapat berbicara dalam frasa pendek
- 4 tahun. Tidak menggunakan lebih dari 3 kata pada satu kalimat. Tidak dapat menempatkan kata "kamu" dan "aku" dengan tepat
- 5 tahun. Mengalami kesulitan dalam memahami dua perintah sekaligus
- Tidak dapat memberikan nama depan atau nama akhirnya dengan benar
- Tidak dapat menggunakan bahasa lingkungan dengan benar
- Tidak berbicara tentang kegiatan sehari-hari
Sebab :
- Menerima banyak bahasa
- Hilang pendengaran
- Kesulitan belajar
- Autisme dan gangguan serupa yang mengganggu interaksi sosial dan pengembangan
Perawatan :
- Lebih sering mengajak anak berkomunikasi, berbicara, menyanyi, dan mengulang pembicaraan
- Mengajak anak membaca setiap hari
- Memperkuat interaksi berbahasa dan berbicara setiap hari
- Memberikan perawatan untuk infeksi telinga tengah
Movement or Motor Skill Delay
(keterlambatan geak atau skill motoric)
Keterlamabtan perkembangan pada anak-anak mungkin berkaitan dengan masalah keterampilan motorik kasar seperti bermain bola atau keterampilan motorik halus seperti mewarnai
Cirinya :
Keterlamabtan perkembangan pada anak-anak mungkin berkaitan dengan masalah keterampilan motorik kasar seperti bermain bola atau keterampilan motorik halus seperti mewarnai
Cirinya :
- Anak-anak tidak bisa berguling-guling sampai usia 6 bulan
- Tidak dapat duduk sendiri tanpa bantuan sampai usia 8 bulan
- Tidak dapat merangkak sampai usia 12 bulan
- Belum mampu berjalan sampai usia 15 bulan
Sebab :
- Ensefalopati (gangguan sebelum / mendekati kelainan) statis termasuk kelahiran prematur
- Kelainan otak
- Kelainan kromosom
- Infeksi
- Ensefalopati progresif termasuk penyakit metabolik, sindrom rett dan hidrosefalus
Social and Emotional Skill Delay
(keterlambatan kemampuan social dan emosional)
Keterlambatan sosial dan emosional biasanya muncul sebelum sekolah, dapat menyebabkan anak-anak mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang dewasa atau dengan anak-anak lainnya.
Cirinya :
Keterlambatan sosial dan emosional biasanya muncul sebelum sekolah, dapat menyebabkan anak-anak mengalami masalah dalam berinteraksi dengan orang dewasa atau dengan anak-anak lainnya.
Cirinya :
- 3 tahun. Menunjukkan sedikit ketertarikan pada anak lain. Sangat sulit berpisah dari orang tua atau pengasuh. Memiliki kontak mata yang minim.
- 4 tahun. Merengek atau menangis setiap ditinggalkan oleh orang tua. Mengabaikan anak lain. Tidak menanggapi anak lain serta keluarga. Menolak berpakaian, tidur, serta menggunakan toilet.
- 5 tahun. Sangat sering merasa takut, malu, sedih, atau terlalu sering bertindak agresif, atau tidak menunjukkan emosi. Sulit berpisah dengan orang tua. Menunjukkan ketertarikan yang minim pada permainan fantasia atau bermain dengan anak-anak lain
Sebab :
- Pengabaian
- Pola asuh yang tidak efektif
- Kelekatan yang lemah
- Gangguan perkembangan perfasiv
Tidak ada pengobatan untuk gangguan perkembangan pervasif, namun, perawatan yang dapat diberikan diantaranya adalah :
- Pengobatan untuk mengatasi masalah perilaku
- Jenis terapi perilaku khusus
- Terapiutik
Thinking or Cognitive Skill Delay
(keterlambatan ketrampilan berpikir atau kognitif)
Permasalahan kognitif dapat terjadi karena kelainan genetis, faktor lingkungan, penyakit, prematur, kelainan sistem syaraf, kekurangan oksigen selama persalinan, dan bahkan kecelakaan.
Cirinya :
Permasalahan kognitif dapat terjadi karena kelainan genetis, faktor lingkungan, penyakit, prematur, kelainan sistem syaraf, kekurangan oksigen selama persalinan, dan bahkan kecelakaan.
Cirinya :
- 3 tahun. Mengalami kesulitan dalam menyalin sebuah lingkaran. Tidak dapat memahami petunjuk-petunjuk sederhana. Tidak mampu melibatkan diri dalam permainan "pura-pura". Menunjukkan sedikit minat pada mainan
- 4 tahun. Tidak menunjukkan minat dalam permainan interaktif. Tidak mampu melibatkan diri dalam permainan fantasi. Mengalami kesulitan dalam menyalin sebuah lingkaran.
- 5 tahun. Mudah merasa terganggu. Tidak dapat berkonsentrasi pada satu kegiatan selama lebih dari lima menit.
Beberapa penyebab meliputi :
- Lingkungan belajar yang minim
- Pengabaian selama masa kanak-kanak
- Berbagai macam kesulitan belajar
- Alkohol atau racun selama kehamilan
- Salah satu gangguan perkembangan pervasiv, seperti autisme
Penangan secara dini dapat membantu dalam kemajuan yang cepat, pengobatan dapat menyesuaikan pada diagnosis, namun hal-hal yang mungkin dapat dilakukan adalah :
- Memberikan obat
- Terapi bermain atau terapi okupasi
- Memberikan pendidikan khusus
0 komentar :
Posting Komentar