MOS SPPQT; kewirausahaan padi organic, pengelolaan dan penguatan GTP

Salatiga,Caping. Bidang Ekonomi dan Pertanian Organik juga memaparkan laporannya Januari hingga Juli. Paparan diawali dengan menyebutkan cakpan program di bidang tersebut. Ada enam item besar program yang di ampu oleh bidang dua diantaranya :

1. Kewirausahaan padi organic
2. Kewirausahaan sayur jenis premium
3. Kewirausahaan kopi dan gula aren
4. Pengembangan Jamaah Produksi
5. Pengembangan GTP baru
6. Pengelolaan dan penguatan GTP

Diantara keenam program tersebut ada program yang cukup berjalan dengan baik akan tetapi ada juga program yang kurang berjalan. Program yang cukup berjalan dengan baik adalah program kewirausahaan padi organic, pengelolaan dan penguatan GTP . Hal ini disebabkan karena mayoritas anggota budidaya padi, dan pengelolaan dalam hal pemasaran ditangani oleh Gardu Tani Paguyuban.

Kegiatan yang belum berhasil adalah kewirausahaan kopi dan gula aren

Sedangkan program yang dirasa sulit dan kurang berjalan adalah program kewirausahan kopi dan gula aren. Kewirausahaan kopi dan gula aren kami rasa sulit disebabkan karena permainan pemasaran kopi berhadapan dengan pemodal yang besar sehingga kalau bermain dalam pemasaran kopi juga mesti membutuhkan pembiayaan yang besar pula. Hal ini sangat terasa karena Gardu Tani yang berada diwilayah basis kopi bisa dikata masih baru dan masih dalam tahapan pembelajaran. Adapun kewirausahan gula aren disebabkan karena minimnya petani gula aren selain itu juga persaingan dengan petani gula kelapa. Selisih harga antara gula aren dengan gula kelapa sangat tinggi selain itu juga ada ciri khas pohon aren yang kadang-kadang tidak masuk akal contohnya kalau petani gula sedang dalam keadaan fikiran yang kacau maka aren juga tidak mengeluarkan nira.

Kegiatan terbaik adalah pengembangan jaringan dan pemasaran antar GTP

Kegiatan ini dilaksanakan antara GTP Alhikmah desa Ketanggi kec Suruh dengan GTP Bumi Makmur desa Sukabumi kec. Cepogo. Dan juga kerjasama dengan KSU Qaryah Thayyibah.

Dalam hal ini GTP Al Hikmah sebagai produsen beras menjual beras kepada KSU Qaryah Thayyibah yang berperan sebagi pemasaran beras. KSU Qaryah Thayyibah menjual beras kepada GTP Bumi Makmur yang selanjutnya dijual ke petani anggota GTP Bumi Makmur sebagai konsumen beras.

Kerjasama antar tiga lembaga ini terbukti mampu memberikan keuntungan secara ekonomi dimana dari GTP Al Hikmah bisa menjual beras dengan harga yang lebih tinggi dari harga biasanya yang di jual ke tengkulak. Dan juga bisa memberikan lapangan pekerjaan tambahan bagi petani dalam proses pengolahan beras dari penjemuran sampai pengepakan yang selama ini di kelola oleh pengepul dan pengusa penggilingan, dimana sekarang mulai dikerjakan di tingkat GTP. Di tingkatan KSU memerankan fungsi segabai jembatan atau pengepul ditingkatan GTP yang bertugas sebagai pemasaran yang mana membeli beras dari GTP Al Hikmah dengan tunai dan menjual beras ke GTP Bumi Makmur dengan tempo. Hal ini memberikan keuntungan di GTP Bumi makmur yang biasanya membeli beras harus dengan kontan ini bisa dengan tempo, yang biasaya harus ke pasar cepogo sekarang langsung diantar ke tempat sehingga sudah untung di transportasi, dari hargapun mampu memberikan harga dibawah pasaran.

Dari pola kerjasama ini mampu memberikan keuntungan di tiga lembaga yaitu GTP Al Hikmah, GTP Bumi Makmur dan KSU Qaryah Thayyibah. Dan pola ini mampu memutus rantai distribusi beras yang selama ini dimiliki atau diperankan oleh para tengkulak beras yang keuntungannya untuk pribadi mulai diperankan oleh GTP dan KSU yang notabene adalah milik dari anggota petani itu sendiri./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar