SPPQT kedatangan tamu: Walikota batal menyambut

Selasa pagi ini (27/8) SPPQT cukup sibuk. Beberapa orang nampak mempersiapkan ruangan menyambut kedatangan beberapa orang dari Propinsi Papua Barat yang hendak berkunjung ke SPPQT belajar tentang pertanian dan pengorganisasian. Kunjungan ini difasilitasi oleh sebuah lembaga bernama TNC. Peserta yang datang adalah beberapa perwakilan dari mitra TNC. Mereka adalah para pemimpin komunitas yang berasal dari Kampung di Kofiau dan Misool. RInciannya adalah 2 orang kepala kampung, 2 orang perwakilan Badan Musyawarah Kampung, 2 orang tokoh perempuan, 4 orang staf Outreach, 1 senior tim TNC Raja Ampat. 

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para pemimpin komunitas di Kampung Misool dan Kampung Kofiau dalam hal pengorganisasian, dan secara khusus diharapkan setelah kunjungan akan ada aksi nyata yang akan dilakukan oleh para peserta di kampung masing-masing. Demikian bunyi surat pemberitahuan yang diterima caping.lsdpqt.org dari sekretariat SPPQT. Kunjungan ini direncanakan berlangsung selama 5 hari mulai dari 27 agustus hingga 1 September 2013. dalam pemberitahuan itu disebutkan bahwa fokus materi yang hendak dipelajari adalah (1) pendidikan kritis dan alternatif, (2) pengorganisasian dan pengembangan jaringan, (3) pengembangan ekonomi, dan (4) advokasi kebijakan.

selain kunjungan ke sekretariat SPPQT pembelajaran juga berlangsung di Komunitas Belajar Qaryah THayyibah, dan paguyuban petani Gedongsongo Kec. Sumowono Kab. Semarang untuk belajar tentang koperasi, kunjungan ke PLTMH Banyubiru Kab. Semarang untuk belajar tentang pembangkit listrik tenaga mikro hidro, dan kunjungan ke kelompok perempuan Arto Dadi, Tingkir Lor Kec. Tingkir Kota Salatiga untuk belajar tentang penguatan kelompok perempuan. 


Kemudian Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi SPPQT Bahruddin datang membawa serombongan tamu dari Sumenep. Tamu yang berasal dari sebuah lembaga pendidikan ini kemudian berbaur dengan tamu dari Papua, terlibat dalam diskusi dan tanya jawab di dalam ruangan yang sama. Ruangan utama SPPQT pun menjadi penuh dan ramai. 


Dalam kesempatan ini panitia menyatakan dalam undangan bahwa akan ada sambutan Walikota Salatiga dan menyampaikan sambutan dalam rangka menyambut tamu dari Papua dan dari Sumenep ini. Beberapa unsur pimpinan SPPQT nampak bersiap seperlunya jika Walikota benar datang. Tetapi hingga makan siang ternyata Walikota tidak nampak kedatangannya. Menurut informasi terakhir beliau masih di KPU.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar