Petani di aniaya, SPPQT Keluarkan pernyataan sikap

Kembali petani harus bentrok dengan preman dan aparat. Kali ini terjadi pada petani di Indramayu yang menentang pembangunan waduk atas tanah yang selama ini mereka garap. menurut berita yang dimuat di beberapa media disebutkan bahwa petani menuntut pemerintah untuk menghentikan proyek Bendungan Bubur Gadung. mereka menilai, keberadaan proyek bendungan yang dibanguni ini, mengurangi lahan garapan para petani yang sudah berlangsung turun temurun. Petani berhasil didesak mundur oleh petugas. Sejumlah petani mengalami luka, akibat dijahar polisi, beberapa petani diamanakan polisi karena dianggap sebagai biang kerusuhan. Hal ini sebagaimana dilaporkan Jurnal Cirebon (25/8).

Menurut laporan dari media lainnya disebutkan bahwa polisi telah menetapkan tersangka dari peristiwa ini. "bentrokan dua kelompok petani tersebut terjadi di Desa Jatimunggu, Kec. Terisi, Kab. Indramayu, Minggu (26/8/2013). Itu berawal dari rencana pemerintah membuat waduk di Blok Bubur gadung, Kecamatan Cikedung untuk kebutuhan irigasi bagi lima kecamatan di sekitarnya", demikian laporan Pikiran Rakyat Senin, (26/8).

"Petugas kepolisian dari polres Indramayu dan TNI yang berjaga-jaga dalam mengamankan aksi massa tersebut, terpancing dan mengejar massa pengunjuk rasa. Massa pun membalas dengan melempari petugas, petugas pun langsung mengeluarkan tembakan peringatan". Dalam kerusuhan ini, sejumlah massa mengalami luka-luka akibat di pukul petugas. Mereka langsung diamanakan polisi karena dianggap sebagai profokator dalam aksi tersebut". Hal ini sebagaimana dilaporkan Javanews.co (25/8).

Hingga saat ini polisi telah menangani persoalan ini. Berangkat dari kenyataan di atas kemudian SPPQT melalui staff khusus yang menangani respon isu aktual mengeluarkan pernyataan sikap./jb
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar