RAT Berlangsung Lancar, Koperasi Sekunder M-QTha Menyonsong Harapan Baru
Bahruddin saat memberikan sambutan dalam RAT Koperasi Sekunder Mentari Qaryah Thayyibah, Kamis (18/7) di Kantor Sekretariat SPPQT Salatiga
SALATIGA, CAPING.LSDPQT.org - Bertempat di ruang utama kantor Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT), Koperasi Sekunder Mentari Qaryah Thayyibah (KS M-QTha) berhasil memyelesaikan Rapat Akhir Tahunan (RAT)kemarin, Kamis (18/7) sesaat sebelum berbuka puasa.
Hadir sebagai peserta dalam RAT tersebut adalah Koperasi Simpan Pinjam Qaryah Thayyibah (KPS QT), Koperasi Simpan Pinjam Mentari Dana Mandiri (KSP MDM), dan Koperasi Serba Usaha Gardu Tani Gedong Songo (KSU GTGS). Ketiga Koperasi Primer tersebut anggota KS M-QTha.
Sementara pra koperasi yang mendapat undangan diantaranya KSP Berkah Bumi, KSU Gotong Royong, dan Forum Perempuan Bawu (Sragen). Turut Hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) SPPQT Bahruddin dan Dewan Pengurus Petani (DPP) SPPQT Surame Hadi Sutekno.
RAT ini sendiri mengagendakan Laporan Pertangungjawaban (LPJ) pengurus lama 2010-2012, pengesahan Anggaran Dasar (AD) yang baru, dan Pemilihan Pengawas dan Pengurus yang baru periode 2013-2015.
Dalam Sambutannya Bahruddin mengatakan selain tiga koperasi primer yang saat ini menjadi anggota, kelak Jamaah Produksi harus menjadi anggota KS M-QTha.
"Jamaah Produksi ini kelak harus menjadi anggota Koperasi Sekunder. Dengan anggota satu Jamaah Produksi antara 20 sampai 30 orang, dan satu desa harus ada lima kelompok Jamaah Produksi. jadi nantinya akan ada 100 sampai 150 orang dalam setiap desa dalam satu badan hukum koperasi primer. Kalau ini konsisten dan masif menjadi kebijakan maka tahun 2010 bangsa Indonesia akan menjadi bangsa terbesar di dunia," Tandas Bahruddin yang diikuti tawa meriah peserta RAT.
Dalam sambutan selanjutnya Surame lebih mengkritisi keberadaan KS M-QTha sejauh ini.
"Sampai saat ini masih banyak orang yeng mempertanyakan keberadaan M-QTha. Benar ada tidak? dikelola dengan baik tida? Selain itu bagaimana koperasi ini mau berkembang kalau kesadaran menabung tidak ada. Dan kalau pun ada kebanyakan menabung di Bank.Kita harus menyadarkan kepemilikan koperasi ini adalah milik bersama," Terang Kepala Desa Tejosari, Kecamatan Ngablak tersebut.
Sementara Ketua pengawas terpilih Abdul Rohim mengatakan bahwa Koperasi Sekunder ini seharusnya menjadi tempat konsilidasi anggotanya. Menurutnya sejauh ini M-QTha kurang maksimal menjalankan fungsi ini.
"Selain tempat konsilidasi, M-QTha harus menjadi tempat untuk membahas isu-isu aktual dan advokasi menyangkut kebijakan koperasi yang bertentangan dengan semangat koperasi kita," demikian paparnya menjawab pertanyaan wartawan Caping.
Perlu diketahui, selain terpilih menjadi Ketua Pengawas KS M-QTha, Abdul Rohim juga menjabat ketua pengurus aktif KSP QT periode 2013-2015. Selama Kepengurusannya di koperasi primer ini ia mentargetkan delapan ribu anggota SPPQT bisa menjadi anggota KSP QT.
0 komentar :
Posting Komentar