Suruh - Senin (17/6) Bupati Semarang, Mundjirin ES dan rombongan telah sampai di SMA N 1 Suruh untuk upacara disana Sebelumnya rombongan dijadwalkan untuk meresmikan gedung sekolah SD N Ketanggi 1 dan kantor Kelurahan Desa Ketanggi yang beberapa waktu lalu direhab. Rombongan dijadwalkan sampai di Ketanggi sekitar pukul 10.00 wib, namun ada keterlambatan sekitar satu jam karena sebelumnya sesusah upacara di SMA N 1 Suruh, rombongan harus meninjau pelayanan kesehatan di Desa Jatirejo, selain itu juga ada sarasehan dengan 5 Kepala Desa se-Suruh.
| tarian gembira oleh siswi SD |
Mengendarai Jeep wrangler hitam, dan beberapa mobil dinas lain bupati dan rombongan tiba di SD N Ketanggi 1 sekitar pukul 11.00 wib. Rombongan disambut dengan tarian gembira yang di kreasikan sendiri oleh salah satu guru di SD ini. Tarian ini ditarikan oleh 23 penari perempuan yang semuanya juga siswa dari sekolah ini.
Tampak beberapa pejabat ikut dalam rombongan. Hadir juga kepala UPTD Pendidikan Kec.Susukan yang juga mantan Kepsek di SD ini. Juga tampak hadir Camat Suruh Bapak Sugiyanta yang ditemani Pak Bambang salah satu staff dari Kecamatan. Tidak lupa juga hadir pimpinan SKPD. Terlihat beberapa tamu yang hadir bersalaman dengan Bupati. Sebelumnya sesaat setelah turun dari Jeepnya, Mundjirin ES menyempatkan menyapa masyarakat yang sedari pagi menunggu rombongan untuk melihat Bupatinya. Tak hanya menyapa, tapi Mundjirin ES juga bersalaman dengan masyarakat yang berada di luar pagar sekolah ini.
| Bupati bersalaman dengan mayarakat |
Sedikit dipandu oleh Kepala Sekolah SD ini Ibu Endang tentang proyek rehabilitasi sekolah "Perbaikan ini merupakan terusan dari usaha kepala sekolah yang lama Bapak Sudarto yang sekarang menjabat kepala UPTD pendidikan Susukan" tuturnya dalam sambutannya. Sebelumnya Mundjirin juga sempat mengucapkan beberapa patah kata dalam sambutannya. beliau berpesan agar sekolah yang sudah di perbaiki ini dijaga agar bisa tetap berguna.
| Mundjirin meresmikan gedung SD |
Selanjutnya Bupati beserta rombongan dan tamu berjalan memasuki koridor yang di beri karpet merah untuk menuju prasasti peresmian sekolah. Sebelum memotong pita Mundjirin ES menyempatkan sedikit ngobrol dengan beberapa guru di sekolah ini. Ibu Triwuryani selaku guru tertua dan sekaligus yang memberikan gunting mendapat kehormatan untuk memakai pita yang dipotong Bapak Bupati dan di pasangkan oleh Bapak Bupati sendiri. Setelah memotong pita Bapak Bupati menandatangi prasasti dan juga berkas untuk selanjutnya diserahkan pada Kepsek dan juga Bapak Lurah Ketanggi dan Camat Suruh.
Setelah penandatanganan prasasti Mundjirin menyempatkan untuk melihat 2 ruang kelas yang memang masih melakukan kegiatan belajar mengajar.
| saat meninjau kelas |
Selesai acara di SD, rombongan melanjutkan perjalanan ke kantor Kelurahan Ketanggi dengan berjalan kaki, dan diarak tarian reog perempuan karena memang jaraknya dekat. Tarian ini dipimpin oleh Ibu Carik Desa Ketanggi.
| rombongan diarak dengan reog |
Sampai di depan kantor Kelurahan, rombongan disambut lebih meriah, lebih banyak masyarakat yang datang untuk melihat rombongan dan sekedar bersalaman dengan Bupati. Setibanya di kantor kelurahan, tampak bapak Sukarmin Kepala Desa Ketanggi siap menyambut dengan sambutannya. dalam sambutannya Bapak Lurah mengatakan bahwa Desa ini sangat menghargai budaya khususnya reog,dan menjadi satu-satunya kesenian andalan desa ini. Menurutnya, setiap setahun diadakan 2 kali pentas reog, pada bulan suro dan pada hari kemerdekaan.
Selain itu juga kedepan akan dilakukan rehab pasar Desa Ketanggi yang sempat terpuruk beberapa tahun ini, dan harapannya akan segera selesai dan bisa di resmikan. Sukarmin juga menjelaskan bahwa gedung ini menjadi gedung serbaguna dan bisa dipakai siapa saja yang membutuhkannya, bahkan jika ada yang punya hajat dan tidak punya tempat, bisa menyewanya.
| peresmian gedung kelurahan |
Sebelum meresmikan gedung ini Mundjirin ES menyempatkan untuk sedikit berpidato, dalam sambutannya beliau mengharap agar gedung ini dijaga, dikataknnya sekarang susah mendapatkan dana dari pemerintah, karena banyaknya proposal yang masuk. Beliau juga mengharap agar pasar segera bisa di resmikan juga. Beliau juga terkesan dengan pola pengerjaan proyek yang bisa mengefisienkan dana bantuan dengan sistem pengerjaan gotong royong.
Setelah memberikan beberapa wejangan, Mundjirin ES segera memotong pita dan menandatangani prasasti peresmian gedung, tidak lupa juga, hal yang sama seperti di sekolah tadi dilakukan Mundjirin ES, kali ini ia mnegalungkannya kepada Lurah Desa Ketanggi.
| penyematan pita untuk sukarmin |
Sebelum meninggalkan desa ketanggi, rombongan menyempatkan melihat isi bangunan ini, bahkan Mundjirin ES menyempatkan shalat di musola kecil di salah satu bagian gedung itu. Saat berjalan keluar beliau juga menyapa dan menyempatkan berfto dengan masyarakat, dengan orang-orang tua dan anak-anak. Beliau juga memita foto dengan semua hansip disana, "eh hansipe durung" kata Mundjirin ES saat meminta foto bersama.
| berfoto dengan masyarakat |
| berfoto dengan hansip |
Setelah itu rombongan meninggalkan balai desa untuk melanjutkan perjalanan dan meresmikan terminal Kec.Suruh juga meninjau pengolahan limbah ternak di Gunung tumpeng.
0 komentar :
Posting Komentar