Lembaga Ekonomi Kaitannya dengan Kemandirian SPPQT

Caping.lsdpqt - Kondisi dan perkembangan lembaga ekonomi SPPQT sebagai media perjuangan ekonomi masih belum menunjukkan hasil memuaskan. Lembaga yang disiapkan untuk menopang kemandirian SPPQT sebagai representasi kemandirian petani masih jauh panggang dari api. Maka tidak heran kalau para kader LSD mengalami kebingungan ketika hendak mencontoh lembaga ekonomi yang ideal ala qaryah thayyibah. Berikut tulisan yang diturunkan Caping terkait dengan pengembangan lembaga ekonomi SPPQT. Nara sumber tema ini adalah Ketua Umum Ruth Murtiasih S, Pengelola Biogas Biru sekaligus salah satu komenditer CV qaryah thayyibah dan Hilmiy, salah satu DPP.

Ruth mengawali paparanya tentang keberadaan lembaga ekonomi di SPPQT. "SPPQT memiliki empat lembaga ekonomi yaitu KSP QaryahThayyibah, Koperasi Sekunder M-Qtha, KSU Qaryah Thayyibah dan CV Qaryah Thayyibah. keempat lembaga ekonomi ini memiliki perkembangan masing – masing. KSP Qaryah Thayyibah telah berjalan seperti yang kita harapkan, tinggal memperkuat supaya orientasi perkembangan anggota bisa sejalan dan sinergi dengan perkembangan anggota SPPQT. 
Lebih lanjut ruth berkata : "Sedangkan untuk koperasi sekunder perlu mengarahkan orientasi dan peran strategis koperasi ini kedepan sesuai dengan peran strategis yang telah ditetapkan selama ini yaitu permodalan, peningkatan kapasitas dan jaringan. 

Koperasi sekunder akan semakin kuat jika bertambah anggotanya, tentunya anggota koperasi yang berkualitas. Dalam konteks SPPQT adalah koperasi Gardu Tani Paguyuban (GTP). Koperasi sekunder bersama dengan SPPQT perlu menyiapkan GTP – GTP supaya memenuhi persyaratan menjadi anggota sekunder.

Berkaitan dengan KSU yang tidak beroperasi hingga hari ini Ruth berkomentar: "Untuk KSU Qaryah Thayyibah, sesuai dengan pandangan tertulis saya pasca Rakerpim Pebruari 2013 di Sengi Dukun, KSU perlu segera melakukan reorganisasi kepengurusan,karena selama ini KSU tidak berjalan. Saya kira keputusan saya masih sama KSU Qaryah Thayyibah perlu segera melakukan RAT salah satunya untuk reorganisasi kepengurusan. Tentang fungsi strategis KSU ditingkat serikat memiliki fungsi startegis yang vital pada gerakan ini yaitu mengelola usaha yang berkaitan dengan input produksi, sarana prasarana pertanian dan juga usaha pemasaran. Dan bidang – bidang usaha ini adalah bidang usaha yang menjadi jantungnya petani, untuk mengatakan bahwa bidang ini adalah aspek pokok yang terkait erat dengan produksi petani.

Sedangkan untuk CV Qaryah Thayyibah, Ruth berkata: "Pandangan saya tetap sama dengan pandangan tertulis yang saya sampaikan pasca Rakerpim Pebruari 2013 di Sengi Dukun, yaitu karena kerangka legitimasi yang tidak kuat atas posisinya terhadap SPPQT maka penting untuk segera mengatur peralihan pada bentuk usaha lain yang lebih kuat legitimasi SPPQT dalam hal ini pilihannya adalah PT Qaryah Thayyibah. Dan Alhamdullilah saat ini sedang berjalan perkembangan yang dinamis untuk menyiapkan PT Qaryah Thayyibah. Kerja – kerja ini dipimpin oleh sekjend dan juga diarahkan oleh Pak Raymond Toruan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Organisasi SPPQT.

Maksum, dari CV Qaryah Thayyibah berkata: "Saya juga heran kenapa ksu yang notabene menjadi penggerak, supprot program ekonomi gitu kenapa dari awal belum ada kemajuan yang signifikan? malah berhenti. Ini mengapa? sekali lagi kembali ke kepemimpinan lagi. Kenapa sesuatu yang berhenti, diberi modal yang banyak kok justru tidak dievaluasi secara tegas?Kalau ksp mungkin saya lihat kacang lupa kulitnya, karena berangkatnya dari Qaryah Thayyibah sekarang sudah berdiri seakan akan lupa pada Qaryah Thayyibah. Berjalan sendiri. Pokoknya cari untung. 

Tidak ketinggalan Maksum berkomentar tentang cv qaryah thayyibah. "Yang memang saat ini cv itu komenditer ya.Tapi pribadi pribadi dan bukan kelembagaan. Saya pun pernah walaupun komanditer. Tapi yang saya rasakan justru karena sifatnya individual ya semaunya sendiri. Kalau ada laba komanditer cepat cepat "aku dapat berapa" dapat bagian apa, kalau saya kok justru yang seperti yang dulu pernah saya sampaikan bahwa lembaga ekonomi yang ada di bawah serikat itu bagaimana harus kontribusi ke serikat. CV sudah memberi kontribusi tapi tidak sebesar yang diharapkan, ya karena berkaitan dengan regulasi pekerjaan yang tidak berjalan dengan bagus. 

Lebih lanjut maksum berkata : "Memang cv di tahun awal saya tidak di dalam, saya cuman dipengadaan barang. Jadi barangnya habis saya harus cari. Terus berjalannya waktu karena dulu itu cv itu kan ada supervisor ada dua Budi sama Robian. Memang awal awal hebat, karena dalam tahun pertama bisa membangun sekitar 96 an. Lha itu di keuangan memang amburadul itu. Karena tidak ada tenaga yang khusus keuangan. Ya seperti itulah. tahun pertama kontribusi ke kelembaga sekitar 3 juta lah. Tahun kedua karena mereka berdua tidak aktif maka saya ambil alih,juga karena dari biru juga mendesak disebabkan dua orang tidak aktif sehingga saya didesak untuk masuk. saya di desak untuk menjadi supervisor itu. Posisi turjaun menjadi supervisor. Tahun kedua cuman bisa membangun 46 atau berapa itu. Itu saya sendiri itu harus kesana kemari. Terus berikutnya saya di cv menjadi kurang nyaman," Kata Maksum 

Terkait bidang usaha yang lain di CV, Maksum memaparkan beberapa hal penting. "Terus ada pembentukan lagi kan bidang mikrohidragi, bidang jasa, dulu berangkatnya kan dari biogas, itupun dari kesekretariatan belum pernah memberi modal sedikitpun. Mulai dari membuat akte kita bayar, saya hutang kan gitu. Terus tahun kedua mengapa pelimpahan ini tidak jelas, mikrohidro itu kan federasi membeayai itu, berapa juta, ratusan kan. Lha mengapa ndak dulu-dulu baru dilimpahkan? pelimpahannya itu sebenarnya kurang terbuka. Dilimpahkan ke cv.

Sementara itu Hilmiy, juga mengemukakan pandangannya tentang koperasi. "Menurut saya sebenarnya koperasi itu merupakan penggerak usaha ekonomi. Orang hendak memulai sesuatu kan butuh modal sehingga koperasi adalah motornya." Lebih lanjut hilmiy berpendapat : "Menurut soal kemandirian menurut saya sppqt terlanjur manja, karena selalu dapat uang dari funding, semua program kan difasilitasi kan oleh funding, dan saya lihat sppqt nyaris tidak pernah mikir cari duit sendiri. Harusnya itu diperhatikan. Jadi niatnya mandiri kan harusnya dari koperasi, lembaga ekonomi termasuk iurankan ? Tapi mungkin terlanjur manja itu kali ya? Kata Hilmiy balik bertanya. 

Terkait iuran anggota hilmiy berpendapat : "Jadi nanti apapun bentuk lembaga ekonominya menurut saya yang paling elok adalah yang berasal dari iuran anggota itu. Idealnya organisasi yang menghidupi jalan nya program ya anggotanya, entah seperti apa bentuk lembaga ekonominya. Kalau kenyataannya hingga saat ini koperasi serba usaha belum jalan itu ya entah". Kata hilmiy tanpa memberikan kelanjutan pernyataannya.

Lebih lanjut Hilmiy juga mengungkapkan rasa herannya terhadap KSU. "Lha dulu kan kalau tidak salah KSU di pegang pak Robian itu kan? Sudah ada dana program untuk itu juga kan, kok sekarang tidak jalan. Terus duitnya pada kemana?..haha." Tanya hilmiy sembarri tertawa". Kemudian hilmiy melanjutkan pernyataannya, "Maka menurut saya mau tidak mau harus ada yang bertanggung jawab itu,.. duitnya kemana gitu lho? Atau itu harus di cek lagi di laporan programnya, bagaimana laporannya itu". Kata Hilmiy mempertegas kembali pertanyaannya. 

Kemudian hilmiy mengakhiri pernyataannya terkait dengan KSU: "Tapi menurut saya ya harus dikembalikan kepada orang-orang yang diberi kewenangan untuk menjalankan program itu yang harus bertanggung jawab. Karena mereka sudah mendapat beaya program, mendapat kewenangan, mendapat penugasan, mendapat kekuasaan, mendapat hak mengeluarkan kebijakan, maka dia berkewajiban untuk mempertanggung jawabkan." Katanya.
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar