Dewan pakar KPA menyanyi di Munas VI

Ketua Dewan Pakar KPA Hasil Munas V (Tengah)
"Tanah airku tidak kulupakan
Kan terkenang selama hidupku
Biarpun saya pergi jauh
Tidak kan hilang dari kalbu
Tanah ku yang kucintai
Ku perjuangkan sampai mati
Walaupun banyak negri kujalani
Yang masyhur permai dikata orang
Tetapi kampung dan rumahku
Di sanalah kurasa senang
Tanahku tak kulupakan
Selalu kuperjuangkan"




Spontan peserta Munas KPA VI di Cisarua memberikan standing applause semenit lebih kepada sosok yang menyanyikan lagu ini. Beliau adalah Ketua Dewan Pakar Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA). Lagu Ibu Soed itu di ubah syairnya untuk kembali mengobarkan semangat peserta Munas VI KPA di Puncak, Cisarua Bogor. Lagu cinta tanah air berjudul Tanah airku tidak kulupakan itu dinyanyikan dengan suaranya yang parau karena beliau sudah tua. Namun semangat juangnya masih terasa kuat, jauh di dalam sanubarinya. Ketika lagu sampai pada syair yang di ubah (di atas di cetak tebal) peserta bertepuk tangan sehingga lagu terhenti sesaat, seakan memberi kesempatan peserta bertepuk tangan. 
Kemudian ketika lagu itu sampai di ujungnya spontan seluruh peserta bertepuk tangan. Tepuk tangan tak kunjung henti dan kemudian diantara peserta ada yang mengeraskan tepuk tanganya seraya berdiri. Berangsur angsur peserta berdiri  semuanya dan tepuk tangan semakin bergemuruh. Tepuk tangan terus bergemuruh seakan seluruh peserta munas enggan untuk mengakhirinya. tepuk tangan terus berlangsung semakin keras dan membahana memenuhi ruangan Munas KPA VI tersebut
Rasanya mereka para peserta munas baru tersadar dan terkesima, bahwa lagu yang mereka nyanyikan dan mereka hafal sejak kecil kemudian hari ini menjadi matahari, yang membakar hati. Lagu yang biasanya dibawakan dengan syahdu, oleh ketua dewan pakar diubah menjadi api yang mengobarkan semangat juang seluruh anggota, calon anggota dan peninjau.
Mungkin diantara peserta ada yang kemudian teringat para petani dan rakyat yang menjadi korban dari konflik agraria, baik yang kehilangan tanah, tergusur, korban luka, kriminalisasi, hingga korban meninggal. Perjuangan terasa lebih berat ketika penyemangat perjuangan semakin sulit. Rasanya lelah, capek, dan miris ketika perjuagan tersa sungguh panjang dan terjal. Hal ini kadang menggerus semangat juang dan harapan para petani dan rakyat lainnya. Memperjuangkan tanah untuk petani berat sekali rasanya.


SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar