Tidak ada kata yang tepat terhadap korupsi kecuali satu: lawan. Karena memang korupsi itu tidak ada baiknya sedikitpun bagi masyarkat indonesia. KPK menerbitkan buku tentang pemahaman terhadap korupsi untuk kemudian agar kita berani melawannya. Judulnya Pahami Dulu Baru Lawan. Disana disebutkan akibat buruk korupsi bagi masyarakat atau rakyat indonesia. Mau tau akibat korupsi yang menyengsarakan Rakyat Indonesia?
Penegakan hukum dan layanan masyarakat jadi amburadul
Lalu lintas kayaknya menjadi contoh yang pas. Dari mengurus SIM hingga sidang kasus tilang, tidak ada lagi yang berjalan sebagaimana mestinya. Ujung-ujungnya duit, dan kekuasaanlah yang berbicara. Kalau tidak punya dua makhluk ini , jangan harap bisa dapat layanan masyarakat yang oke atau keadilan di mata hukum.
Pembangunan fisik jadi terbengkalai
Suka bingung mengapa banyak jalan rusak atau gedung sekolah reyot? Yup, lagi-lagi karena korupsi. Mulai dari mengorbankan kualitas bahan bangunan supaya duitnya bisa ditilep, sampai bikin proyek yang sebenarnya nggak perlu. Intinya, sedikit banget pembangunan fisik di negara kita yang dijalankan dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang kuat dan berguna untuk masyarakat.
Prestasi jadi tidak berarti
Seharusnya, orang bisa menduduki jabatan tertentu karena dia memang berprestasi dan berkompeten. Tapi kenyataan bicara lain:siapa saja bisa menduduki apa saja. Syaratnya? Ya itu tadi, punya uang atau kekuasan. Hasilnya? banyak banget posisi penting yang diduduki oleh orang yang nggak pecus. Kita-kita lagi deh yang kena getahnya.
Demokrasi jadi nggak jalan
Pemilihan kepala daerah bisa jadi contoh yang menarik. Abis, udah repot-repot dipilih, sebagian tetap aja lebih mengutamakan kepentingan mereka yang punya duit ketimbang mereka yang memilih. Melihat situasi ini, jangan heran kalau rakyat bisa jadi nggak percaya pada demokrasi.
Ekonomi jadi hancur
Ada dua kata kuncinya: nggak efisien. Mau bikin pabrik mesti nyogok sana-sini. Mau buka usaha dengan modal kecil, kalah sama perusahaan-perusahaan bermodal gede yang deket ama pemegang kekuasaan. Nggak heran orang asing mulai males berinvestasi di Indonesia. Buntut-buntutnya, kita-kita juga yang sengsara. Nyari kerja jadi susah, bertahan hidup apalagi.
-
Blogger Comment
-
Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar