Produktivitas tembakau di Kawasan Selo, Boyolali, dilaporkan mulai stabil meskipun tanaman diterpa cuaca tak menentu. Sehingga beberapa petani masih menahan komoditas dengan harapan harga tembakau pulih. Demikian laporan dari LSD Setyo Tunggal sebagaimana dimuat dalam blog salah satu anggotanya. Dengan adanya cuaca yang tidak menentu ini menjadikan sebagian tanaman tembakau diserang jamur. Hal itu tak lain dipengaruhi curah hujan tinggi pada saat tanaman berusia mulai tanam hingga dua bulan. Namun, tanaman tembakau yang rusak tak sampai seperempat tanaman.
“Ada yang rusak tapi tak sampai mengakibatkan gagal panen,” kata seorang warga lereng merapi, saat diwawancarai akhir pekan kemarin.
Seorang petani menjelaskan sejumlah petani tembakau di wilayah Selo mulai dipanen untuk kwalitas daun B. Beberapa daun tanaman mulai dijemur sebelum dijual kepada tengkulak. adapula yang dipetik untuk di kirim untuk di Oven.
Mulainya panen sejumlah petani tembakau itu dikonfirmasi Ketua Asosiasi Petani Tembakau (APTI) Boyolali, Teguh Sambodo. Dia pun mengakui harga tembakau belum pulih seperti dua tahun lalu. “Pada 2011, di daerah Cepogo harga tembakau bisa tembus Rp8.000 hingga Rp10.000/kg. Tahun lalu berkutat di harga Rp4.000/kg,” kata Nanang, panggilan akrab Teguh Sambodo.
Saat ini, lanjut dia, sejumlah pelaku bisnis pemasok bahan tembakau ke sejumlah industri mulai menjalin komunikasi dengan petani. Sayangnya, harga penawaran dikatakannya belum sesuai dengan harapan para petani.
“Masih ditahan, penawaran sekitar Rp2.000/kg. Petani masih berharap minimal tembakau dibayar Rp4.000/kg seperti tahun lalu.”
Disinggung mengenai pengaruh regulasi tembakau yang mengakibatkan petani mencampur varietas tanam, Nanang mengatakan hal itu tak mempengaruhi produktivitas. “Tetap banyak. Produktivitas masih sama dengan sebelumnya, hanya ada sedikit pengaruh cuaca,” tandasnya.
Seperti diterangkan Ketua APTI Ampel, 75 persen lahan pertanian di wilayah setempat ditanami tembakau musim ini. “Ampel 75 persen, untuk total lahan yang ditanami tembakau di Ampel, Cepogo, Musuk dan Selo mencapai sekitar 1.500 hektar,” tukasnya, belum lama ini. Laporan ini dimuat dalam http://mursidi-tompak.blogspot.com/2013/07/petani-tembakau-boyolali-masih-menahan.html
-
Blogger Comment
-
Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar