SALATIGA, CAPING.org - Serikat Paguyban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) mengundang seluruh eleman pimpinan organisasi dalam Rapat Koordinasi, Rabu (22/05). Rapat koordinasi ini sebagai tindak lanjut pasca SPPQT mendapatkan kontrak politik dengan pasangan calon gubernur Jawa Tengah nomor tiga Ganjar - Heru.
Dalam rapat koordinasi ini hadir 32 orang yang terdiri dari Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Dewan Pelaksana Serikat (DPS), dan Pimpinan organisasi otonom kepemudaan Lumbung Sumberdaya Pemuda Qaryah Thayyibah (LSDP-QT), serta perwakilan Paguyuban Petani.
Ketua DPO Bahruddin menyampaikan bila Ganjar - Heru menang dia berjanji akan membangun jamaah produksi secara kolektif. Namun kemudian diganti peristilahannya dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Anggota KUB ini anggotanya petani, 50% perempuan, serta melibatkan pegiat petani di desa.
Dengan 50% perempuan nantinya akan banyak sekali kader perempuan yang ada di desa terkait usaha produktif.
Begitu hitung cepat nanti menunjukkan Ganjar - Heru menang, Bahruddin menghimbau agar organisasi harus segera membuat program serta TOT agar percepatan usaha produksi segera terwujud.
Dia juga menyampaikan sekarang sudah saatnya masyarakat meninggalkan politik transaksional.
"Sudah saatnya kita meninggalkan politik transaksional. Dan kontrak politik ini jauh dari kontrak politik transaksional karena kontrak ini berorientasi pada petani," demikian papar Bahruddin.
Senada dengan Bahruddin, anggota DPO yang lain, Muhammad haris menyampaikan bahwa Hukum dari perasaan manusia adalah keseimbangan. Yang peling penting seandainya Ganjar menang kontrak ini harus diingatkan sebagai efek moral. Yang paling penting adalah menjaga konstitusi SPPQT.
Sementara itu ketua DPP Surame Hadi Sutekno lebih menyoroti cara mensosialisasikan kontrak politik ini.
"Kita kan punya Ketua Paguyuban untuk mengumpulkan Ketua kelompok. Kita minta mereka untuk ikut berjuang, karena kalau Ganjar - Heru menang ini untuk kepentingan petani juga. Selain itu bisa juga menggunakan SMS," demikian paparnya.
Sedianya Pilgub Jawa Tengah sendiri akan diselenggarakan KPUD hari Minggu, (23/05/2013) serentak di 29 kabupaten dan enam kota.
Dalam rapat koordinasi ini hadir 32 orang yang terdiri dari Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO), Dewan Pelaksana Serikat (DPS), dan Pimpinan organisasi otonom kepemudaan Lumbung Sumberdaya Pemuda Qaryah Thayyibah (LSDP-QT), serta perwakilan Paguyuban Petani.
Ketua DPO Bahruddin menyampaikan bila Ganjar - Heru menang dia berjanji akan membangun jamaah produksi secara kolektif. Namun kemudian diganti peristilahannya dengan Kelompok Usaha Bersama (KUB). Anggota KUB ini anggotanya petani, 50% perempuan, serta melibatkan pegiat petani di desa.
Dengan 50% perempuan nantinya akan banyak sekali kader perempuan yang ada di desa terkait usaha produktif.
Begitu hitung cepat nanti menunjukkan Ganjar - Heru menang, Bahruddin menghimbau agar organisasi harus segera membuat program serta TOT agar percepatan usaha produksi segera terwujud.
Dia juga menyampaikan sekarang sudah saatnya masyarakat meninggalkan politik transaksional.
"Sudah saatnya kita meninggalkan politik transaksional. Dan kontrak politik ini jauh dari kontrak politik transaksional karena kontrak ini berorientasi pada petani," demikian papar Bahruddin.
Senada dengan Bahruddin, anggota DPO yang lain, Muhammad haris menyampaikan bahwa Hukum dari perasaan manusia adalah keseimbangan. Yang peling penting seandainya Ganjar menang kontrak ini harus diingatkan sebagai efek moral. Yang paling penting adalah menjaga konstitusi SPPQT.
Sementara itu ketua DPP Surame Hadi Sutekno lebih menyoroti cara mensosialisasikan kontrak politik ini.
"Kita kan punya Ketua Paguyuban untuk mengumpulkan Ketua kelompok. Kita minta mereka untuk ikut berjuang, karena kalau Ganjar - Heru menang ini untuk kepentingan petani juga. Selain itu bisa juga menggunakan SMS," demikian paparnya.
Sedianya Pilgub Jawa Tengah sendiri akan diselenggarakan KPUD hari Minggu, (23/05/2013) serentak di 29 kabupaten dan enam kota.

0 komentar :
Posting Komentar