SPPQT mengawal dengan Kontrak Politik


Pesta demokrasi pilihan Gubernur Jawa Tengah telah dimulai. Beberapa calon dari bebrapa Partai telah memulai menyiapkan diri untuk menyambutnya, begitu juga mengembar-gemborkan calon masing-masing. Menanggapi hal itu, konon katanya SPPQT juga tengah menyambutnya, meskipun bukan partai politik dan tidak mengirimkan calon untuk Gubernur atau wakilnya. Untuk mengetahui hal itu, maka reporter Edy menemui Surame selaku DPP SPPQT guna klarifikasi.
Ditemui di kediamannya di kawasan Merbabu minggu (28/4) sore, Saya(reporter) ditemani Puput seorang teman yang sebenarnya bukan reporter caping, harus menunggu beliau lama karena katanya sedang perjalanan dari kediaman Muh Tarom yang juga pegiat SPPQT.  Tak berselang lama Surame datang dan kami dipersilahkan masuk. Dengan suguhan teh manis, percakapankami segera dimulai. Saat diklarifikasi tentang persiapan SPPQT menyambut Pilgub Jateng, Surame membenarkannya. Beliau mengatakan SPPQT menyambut baik pesta demokrasi ini dengan membuat kontrak politik, kontrak politik ini ditujukan pada semua calon. Nantinya kontrak politik akan diajukan untuk ditanda tangani oleh semua calon, dan penandatanganannya dikawal Sekjen SPPQT.
surame (kiri) mengklarifikasi kontrak politik
Kontrak politik tersebut dibuat dalam forum resmi yang dihadiri anggota Rakorpim SPPQT yaitu DPP, DPS dan DPO. “Apapun yang terhjadi kita harus sikapi secara dewasa agar nanti kita mendapatkan pemimpin yang baik harapannya” tutur beliau.  Menurut beliau, saat para calon sedang kampanye, banyak janji yang mereka lontarkan, maka dari itu Rame panggilan beliau menghimbau agar dari proses itu disikapi secara dewasa.
Saat ditanya isi dari kontrak politik, beliau hanya menuturkan garis besarnya, menurutnya garis besar kontrak politik itu adalah mereka (calon) diharap membuat semacam lapangan pekerjaan untuk petani, petani penggarap dan petani kecil. Beliau menuturkan “kontrak politik tidak untuk pembuatnya tapi untuk semua petani” sehingga nantinya lapangan pekerjaan itu nantinya harus melibatkan buruh tani, petani kecil dan pihak perempuan sesuai prosentase kebutuhannya.
Setelah nanti ditandatangani, kontrak politik itu akan disosialisasikan pada anggota, dan untuk penandatanganannya akan dikawal Sekjen SPPQT, tuturnya lagi. Menurutnya, kontrak politik hanya mengawal jalannya Pilgub ini, bukan untuk mendukung salah satu calon, sehingga kontrak politik itu ditujukan pada semua calon.
Surame mengharapkan pemuda paham betul arti demokrasi, pemuda harus juga bersikap dari prosesnya. “Untuk LSDPQT , dampaknya adalah keterlibatan pemuda untuk terlibat aktif, pemuda harus terus belajar, keterlibatannya sangat penting agar mereka ngerti politik praktis” katanya lagi. Paham disini adalah sebelum melakukan pencoblosan nantinya, harusnya belajar dari prosesnya dan mengawasi jalannya, sukur ada keterlibatan di kepanitiaan,ungkapnya lagi.
Beliau juga menyaranan pada pemuda LSDPQT untuk belajar dari yang sudah-sudah, proses yang sudah berjalan dilihat kembali. Beliau juga menghimbau agar jangan sampai pemuda dari organisasi ini hanya berfikir mencari masa. “Pilgub bukan untuk mencari uang, tapi mencari pemimpin” tuturnya. Menurutnya tim sukses itu tidak untuk menyebar uang, tapi hanya mencari masa. Tapi karena adanya permintaan dari tokoh Masyarakat atau Masyarakat itu sendiri yang membuat mereka (tim sukses) harus mengeluarkan uang untuk disebar. Jadi Beliau menghimbau agar semua bisa mensikapi itu dengan bijak dan dewasa.(edy)
SHARE
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar