tembok bata berdinding bambu
lantai dua saksi bisu
ku lihat kau begitu biasa
saat tatapan pertama
angin menerpa rambutmu
dalam cerita dan jabat tangan kita
ku menerka kau berbeda
saat bait demi bait terucap begitu indah
dari tuturmu
suaramu , tawamu, tingkahmu, dan ceritamu
begitu indah terbayang difikirku
kau biasa tapi membuat aku terpana
semua darimu membuat aku ingin mengenal kau lebih
dari sorot matamu aku ingin mengurainya
memahat cerita dengan senyum indahmu
berharap bumi dan langit menyatukan kita
dari pertemuan sesingkat jabat tangan kita
-
Blogger Comment
-
Facebook Comment
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar :
Posting Komentar